matimuda oleh Bagus Dwihatmodjo

Ada sebuah band asal Jogja yang sangat digemari oleh hampir seluruh teman-teman saya di kontrakan. Namanya Jenny, nama perempuan lagi, karena saya rasa tidak ada band yang mau menamai diri mereka dengan nama pria. Seperti Hassan atau Sulaiman, dalam satu kata, bukan seperi Maliq & The Essentials. Saya bukan ingin membahas masalah nama band, tapi tentang sebuah lagu yang dimiliki Jenny. Judulnya menarik, Mati Muda. Sekilas saya membayangkan lagu-lagu lelucon milik The Panas Dalam atau Sastromoeni. Tapi yang saya dapati adalah sebuah lagu dengan lirik yang sangat dalam dan raungan melodi mirip lagu-lagu The Strokes. Mari kita lepaskan masalah musikalitas, bahas tentang lirik Mati Muda.

Hidup tak perlu terlalu lama, Jika dosa yang berkuasa...

Jujur, saya benar-benar terpesona dengan kalimat di atas. Buat apa kita berlama-lama hidup bila di sisa hidup itu yang kita lakukan hanya dosa? Banyak orang bilang orang baik selalu pergi cepat, walaupun bukan sebuah patron tetap. Hidup kita kebanyakan tersia-sia dan penuh dengan dosa. eskipun seorang teman mengatakan, "Dosa itu nikmat." Banyak orang-orang besar yang awalnya diagungkan sebagai pahlawan namun kemudian malah menjadi seorang yang dibenci. Menjadi pelajaran yang baik untuk kita, agar selanjutnya mengisi hari-hari kita dengan baik. Buat apa hidup lama kalau isinya dosa semua, lebih baik mati muda. Tapi saya tidak ingin mati muda, saya masih ingin bekerja di depan RSPAD, sebagai menteri luar negeri. Di depan jasad Two Faces Batman berkata kepada Komisaris Gordon, mengutip perkataan Harvey Dent jauh sebelumnya. "You either die a hero or you live long enough to see yourself become the villain."

(teks ini di publish di facebook oleh bagus dwi hatmojo. thank you very much for making the choice to support us)
-

1 comment: